Monday, June 29, 2015

Melaka City, The Heritage of Malaysia

Melaka city merupakan salah satu peninggalan sejarah melayu yang tercatat dalam UNESCO. Keindahan kotanya terletak pada bangunan - bangunan bersejarah yang tak termakan oleh waktu. Oleh karena itu banyaknya para pelajar lokal maupun internasional yang mengunjungi kota ini, untuk dapat memahami sejarah bangsa melayu. 

Kota ini dapat dicapai dengan menggunakan bus dari terminal bersepadu selatan. Hanya memakan waktu sekitar 2 jam dari Kuala Lumpur ke kota ini.  Jadi anda bisa pulang pergi ataupun menginap di kota ini. Hotel pun tidak terlalu mahal, karena waktu itu saya dan adik saya ini masih mahasiswa, jadilah kami lebih memilih guest house untuk tempat menginap. Dan tentu saja saya dapat harga fantastis sebesar Rp. 75.000,- malam . Saya berkunjung ke sana pada tahun 2009. Jadi yah sekitar 6 tahun yang lalu. 

Sejarah kota, tentu saja tempat yang harus anda kunjungi merupakan museum. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Maritime Museum yang terdapat di pusat kota. Museum ini sangatlah unik, tidak seperti museum-museum biasanya, bangunan nya terbuat dari replica kapal kayu bangsa Portugis yang karam di selat melaka pada perjalanannya menuju Portugal. Museum ini juga sering disebut dengan The Flora De Lamar

Fokus utama dari museum ini adalah sejarah kemaritiman melaka dan bagaimana kota ini menjadi tempat strategis pusat perdagangan di masanya. Di dalamnya terdapat pula lukisan - lukisan yang menggambarkan sejarah perdagangan di kota ini. 

Maritime Museum of Malacca
Setelah selesai mengunjungi museum ini, tempat wisata selanjutnya yang kami kunjungi adalah Taming Sari Tower Malacca.  Terletak di pusat kota Melaka yang terkenal , yaitu Bandar Hilir di Jalan Merdeka serta tak jauh dari Dataran Pahlawan Megamall dan Mahkota Parade Shopping Complex. Di buka tahun 2008, tower ini merupakan salah satu atraksi yang wajib di kunjungi untuk melihat keindahan kota ini dari ketinggian. 

Malacca view from Taming Sari Tower

Berbicara tentang kota ini, anda tentu saja tidak boleh melewatkan A Famosa . The forta de santiago atau yang terkenal dengan sebutan A Famosa merupakan salah satu reruntuhan bangungan eropa tertua di seluruh asia. Benteng yang di bangun pada tahun 1511 di bawah komando Alfonso de Albuquerque sebagai bentuk kemenangan mereka atas kekalahan kesultanan melaka. 


Pada saat kami sedang men-explore atraksi bersejarah ini, kami menemukan pasangan yang sedang berbahagia melakukan pre wedding session mereka. Memang bangunan ini sungguh indah untuk dijadikan latar belakang fotografi. 

Pre wedding sessios
Tentu saja kami tidak lupa mengambil session fotograf di tempat ini. Karena kami hanya jalan berdua saja, jadi terpaksa kami bergantian mengambil fotonya. Beruntung waktu itu ada turis lain yang bersedia mengambilkan gambar kami berdua. Sarangeeee......

Our Picture in St. John Fort Malacca

Kunjungan hari pertama kami selesai sampai di sini. Malamnya, kami berkeliling mengunjungi Jonker Street yang merupakan pusat perbelanjaan yang paling banyak di minati oleh para turis. Bila anda berkunjung pada Jumat dan sabtu malam, terdapat night market dengan jajaran-jajaran makanan dan minuman, cinderamata, toko-toko baju, sepatu , dan kerajinan malam. Juga terdapat atraksi bela diri oleh seorang ahli kungfu , tentu saja itu jadi tontonan wajib di jonker street ini. Bila siang hari anda juga dapat menemukan toko-toko antik yang unik dan dijaga dengan baik bangunannya. 

Hari kedua kami di kota ini, kami sudah bersiap-siap untuk mengunjungi bangunan bersejarah lainnya, tempat ini sangatlah jauh dari pusat kota, dan kami menempuhnya dengan berjalan kaki selama 1 jam. Kemudian, begitu datang ke St. John Fort ini, tempatnya sangat sepi sekali dan tidak ada turis lainnya yang datang kesini. Jadi not recommended lah ..... 


St. John Fort
Setelah beristirahat selama setengah jam , kami melanjutkan perjalanan kami ke atraksi selanjutnya di kota ini. Setelah berjalan selama setengah jam, kami akhirnya tiba di Dutch Square atau Red Square. 

Begitu kami sampai, kami langsung menemukan Queen Victoria Fountain, yang dibangun pada tahun 1901 oleh Bangsa Inggris untuk memperingati Diamond Jubilee Queen Victoria. Walaupun sudah lebih dari ratusan tahun, air mancur ini masih berdiri elegant di Dutch Square. 


Queen Victoria Fountain
Clock Tower
Tempat ini dinamakan Red Square, karena bangunan-bangunannya yang semuanya berwarna merah. Terdapat pula kios - kios perbelanjaan di tempat ini , walaupun tidak sebanyak di Jonker Street. 


Karena terlalu lelah, akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi atraksi lainnya dengan menggunakan tricycle ini. Sangat cantik bukan ? Dan tentu saja tukang goes nya adalah pemandu wisata kami. Beliau sangat baik sekali dan bersedia mengantarkan kami ke tujuan wisata-wisata menarik dan tentu saja jadi fotografer dadakan buat kami. Thank Pak....


Tempat pertama yang kami kunjungi merupakan Kampung China, dimana banyak sekali warga China yang menempati daerah ini. Kami juga masuk ke dalam Kuil dan Beliau menjelaskan kisah awal mulanya bangsa China masuk ke kota Melaka ini. Kami sempat berkeliling di dalam kuil dan berfoto-foto di berbagai sudut kuil 


Main Entrance of The Shrine
Kurang lebih kami mengunjungi kuil ini selama 15 menit, kami mengunjungi tempat bersejarah lainnya. Saya lupa nama tempatnya apa, tapi kami di bawa ke sebuah toko dimana terpajang sepatu-sepatu berukuran mini, yang tentu saja saya kira ini toko khusus pembuat sepatu untuk anak-anak atau bayi. 

Dan ternyata saya salah besar, sepatu-sepatu tersebut merupakan sepatu untuk dewasa, yang di mana kala itu bangsa china mempunyai adat yang mungkin "aneh" didengar oleh kita di zaman sekarang ini. Adat tersebut merupakan adat mengecilkan kaki dengan cara mematahkannya dari mulai wanita kecil hingga dewasa. Semakin kecil ukuran kakinya maka semakin cantik wanita tersebut dan semakin banyak di sanjung pula oleh kaum pria kala itu. 


Scale of our shoes

Pajangan - Pajangan Sepatu "Imut" itu.
Setelah mengunjungi kampung china, kami juga mengunjungi beberapa tempat bersejarah lainnya, walaupun tidak saya foto. Bahkan kami bertemu dengan orang jawa di sini....Nah anehnya itu, tak kira beliau adalah orang jawa asli Indonesia, eh ternyata Jawa Melaka....(Ha..ha..ha...)

Setelah puas berkeliling , kami mengucapkan bye-bye sama pak pemandu tricycle dan melanjutkan rest time kami di coffee shop ini. Walaupun saya agak lupa dengan namanya, tapi tempatnya mudah ditemui. Disini saya juga banyak beli oleh-oleh coffee untuk orang tua di rumah dan tentu saja untuk pembimbing skripsi saya. Kenapa ? Karena saya mengadakan tour hari ini bertepatan setelah lulus sidang S1 saya....

Second Floor of Coffee Shop

Habis istirahat selama 1 jam , kami melanjutkan JJS kami (Jalan - Jalan Sore) di sekitar area river bank. Tentu saja terlihat pemandangan kincir besar dan Casa Del Rio. Kebetulan sekali kami juga melihat sepasang turis lain yang sedang asyik bergandeng tangan sambil menyusuri keindahan riverbank kota melaka ini. 

Casa Del Rio


Selesailah wisata kami kali ini di Kota Melaka City.....Sampai ketemu lagi di next post. ^_^

No comments:

Post a Comment