Tuesday, March 28, 2017

Cara Unik Memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia - Part 2

Hello semuaa ~~~ Gimana punya kabar ? Setelah sekian lama saya tidak menulis blog, akhirnya ada kesempatan juga untuk mengupdate review kali ini. Mohon maaf sebelumnya bagi yang mungkin sudah menanti-nantikan Review untuk lomba-lomba Agustusan part yang kedua ini. Yuk langsung saja kita bahas ! 

11. Joget Balon 


Joget Balon adalah perlombaan santai dan menyenangkan. Tidak sulit dan tidak juga mudah. Peserta harus berjoget dan berusaha agar balon-balonnya tidak jatuh. Dan Bila musik dihentikan peserta harus berhenti sejenak dan ketika musik di mainkan kembali, makan peserta harus melanjutkan jogetnya. Tidak sulit bukan ? 

Bapak-Bapak ikut joget Balon

Untuk meningkatkan kesulitan, tangan peserta akan diikat


12. Coin Paya

Coin Paya, sesuai dengan namanya, disini adalah perlombaan untuk mengambil koin yang ditanamkan pada buah pepaya. Hanya saja disini peserta tidak diperbolehkan untuk mengambil koin dengan menggunakan tangan, akan tetapi dengan menggunakan mulut. Di tambah lagi, setiap pepaya di lumurkan dengan minyak dan arang, Hal ini membuat perlombaan semakin menantang. Biasanya untuk peserta koin paya ini berusaha untuk bekerjasama dibanding harus bertindak secara individu untuk memudahkan pengambilan koin, yang nantinya total koin tersebut di bagi rata. Biasanya untuk satu pepaya akan ada tiga orang peserta untuk memudahkan jalannya perlombaan. 


Satu orang mengambil Koin, Yang lainnya mensupport pepayanya untuk memudahkan pengambilan koin.

Bekerjasama untuk hasil terbaik

Bangga sebagai pemenang

13. Coin Terigu 

Peraturan permainan untuk coin terigu ini mirip sekali dengan coin pepaya, bedanya hanya pada bahan permainan yang digunakan. Jika coin pepaya, menggunakan buah pepaya dan lumuran arang serta minya, maka untuk coin terigu ini tentu saya menggunakan terigu yang di tempatkan pada tampah yang sudah disediakan. Biasanya, permainan coin terigu ini kami peruntukkan untuk anak-anak perempuan. 

Coin terigu untuk anak perempuan

14. Tarik Tambang 

Dibeberapa negara, permainan ini sangatlah di minati, terutama untuk festival olahraga. Dan tentu saja, kami pun melaksanakan permainan ini. Tentunya anda dapat melihat tim saya di bawah ini, yang "porsi" badannya sangatlah besar-besar sehingga tentu saja kami menang dalam perlombaan ini. Ha..ha..ha.., I am the winner. 

I wear the red long shirt


15. Mission Run 

Mission run ini adalah permainan yang pertama kali saya munculkan idenya dalamm perlombaan 17 an. Saya terinspirasi oleh festival olahraga di film-film Jepang yang saya tonton. Jadi di dalam perlombaan ini, para peserta akan berlari  untuk menuju point mission, di mana di dalam point tersebut, para peserta akan mengambil kertas yang berisikan misi-misi unik, dan kemudian menyelesaikan misi tersebut dan membawanya ke garis finish. 

Selanjutnya para panitia, akan mengecek misi-misi yang terselesaikan, dan peserta yang paling cepat menyelesaikan misinya dan membawanya ke garis finish, dialah yang menang. Mudah Bukann ????

Start !!!

Point of Mission

Completed Mission

16. Lari Balon

Untuk perlombaan ini, lebih tepatnya kita lebih menitikberatkan pada *have fun* di bandingkan dengan kompetisi. Lucu bukan melihat anak-anak yang berjalan seperti pinguin ini demi memenangkan perlombaan.



17. Pukul Kendi 

Ini dia perlombaan yang paling di nantikan oleh seluruh warga di rukun tetangga kami, karena hadiah nya merupakan *Uang* cash langsung dapat anda ambil ketikan anda dapat memecahkan kendi tersebut dengan mata tertutup. 



Friday, April 8, 2016

Cara Unik Memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia - Part 1


Sudah beberapa tahun belakangan ini daerah rukun tetangga kami tidak membuat acara untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia, mungkin karena dua atau tiga tahun yang lalu memang tanggal 17 Agustus selalu bertepatan dengan bulan puasa ramadhan sehingga tidak memungkinkan untuk mengadakan perlombaan-perlombaan yang dilaksanakan di siang hari. Akan tetapi tahun 2014 lalu, HUT RI tidaklah jatuh pada bulan puasa ramadhan akan tetapi satu minggu sebelum hari ulang tahun kemerdekaan tersebut tidak ada tanda-tanda persiapan perlombaan dari ketua rukun tetangga yang biasanya harus disiapkan dengan baik, bahkan pemasangan bendera saja tidak dilakukan di daerah kami. Akhirnya saya dan adik saya Nanda berkonsultasi dengan para tetua (orang tua) apakah sebaiknya kami para pemuda-pemudi disini langsung ambil alih untuk membuat event perlombaan tersebut karena kami sangat menyayangkan anak-anak kecil di wilayah kami yang tidak bisa menikmati kemeriahan ulang tahun republik negara kami sendiri. 

Dengan berbekal nekat dan tekat yang kuat akhirnya saya dan adik saya membuat rapat dadakan dengan pemuda-pemudi yang waktu itu hanya terkumpul enam orang saja, karena waktu pun sudah semakin dekat (D-3), kami langsung melakukan fund rising dengan meminta donasi kepada warga -warga sekitar. Donasi pada waktu itu terkumpul sebesar Rp. 600.000,- selama tiga hari, dan kami pun harus membagi uang tersebut untuk pembelian peralatan lomba serta hadiah-hadiahnya. Dengan berbekal sederhana dan kemampuan pembudgetan yang unik akhirnya acara perlombaan untuk memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia dapat terlaksana juga.  Beruntungnya banyak sekali ibu-ibu warga kami yang sangat baik dengan memberikan sumbangan nasi kotak dan minuman untuk peserta lomba dan panitia. We love you moms ....

Pembagian minuman dan nasi kotak
Pembukaan perlombaan dilaksanakan pada pagi hari dengan pembacaan doa dan sambutan-sambutan oleh ketua rukun tetangga (yah walaupun acara sambutan akhirnya dibatalkan dikarenakan beliau tidak mau hadir di acara yang kami buat). Akan tetapi kami para panitia telah berusaha untuk mempersentasikan kreatifitas terbaik kami dalam pengadaan acara ini, jadi kami tidak kecewa dengan ketidakhadiran beliau. Perlombaan pembuka pertama tentu saja lomba yang sudah tidak asing lagi oleh warga negara Indonesia, yaitu perlombaan Makan Kerupuk. 

1. Makan Kerupuk 

Perlombaan makan kerupuk adalah salah satu perlombaan paling mudah yang banyak di sukai anak-anak maupun dewasa baik lelaki maupun perempuan. Perlombaan ini tidak pernah absen dari seluruh acara perlombaan HUT RI yang ada di Indonesia. Dalam lomba kali ini kami membagi tiga sesi makan kerupuk, dengan satu sesi ada lima sampai enam peserta lomba. Setiap sesinya kami akan mengambil dua orang pemenang (yang paling cepat habis makan kerupuknya). Setelah melakukan tiga sesi perlombaan, kami membuat final lomba dengan dua peserta pemenang setiap sesi, dan melombakan kembali enam orang tersebut dan mengambil tiga orang juara yang paling cepat. Terkadang panitia melakukan keusilan dengan membubuhkan kecap atau sambal di kerupuk-kerupuk tersebut sehingga perlombaan pun semakin menarik. 


Lomba Makan Kerupuk

2. Paku Botol


Lomba selanjutnya pun tak kalah menarik dengan lomba lainnya  yaitu Lomba Paku Botol. Lomba ini dimainkan dengan cara mengkaitkan paku dengan tali dan diikatkan di pinggang peserta lomba. Kemudian jejerkan botol bekas di garis finish. Peserta akan mulai berlari dari garis start dan beradu cepat untuk memasukkan paku yang telah diikatkan dipinggang ke dalam botol tersebut. Apabila pakunya sudah masuk kedalam botol, maka peserta akan mulai berlari dengan membawa botol tersebut ke arah garis start kembali. Panitia lomba akan kembali mengecek di garis start, apakah benar paku tersebut sudah masuk kedalam botol. 

Lomba Masukkin Paku Ke Dalam Botol


3. Balap Karung

Balap karung merupakan permainan yang selalu ada bahkan dari sejak saya masih kecil dan sering mengikuti perlombaan di rumah maupun sekolah. Tentu saja lomba ini sangatlah digemari baik dewasa maupun anak-anak, terutama laki-laki. Tapi anak perempuan di daerah saya pun tak kalah gemarnya akan perlombaan ini. Bahkan dua dari tiga juara perlombaan ini adalah anak perempuan.

Ketika suara pluit berbunyi, peserta lomba dengan segera menggunakan karung yang ditempatkan digaris start dan berlari dengan cara berlompat-lompat hingga garis finish dan  kembali lagi ke garis start. Hampir semua perlombaan di tempat kami di buat hingga tiga sesi perlombaan, dan pemenang setiap sesinya akan di lombakan kembali pada saat final.


Lomba Balap Karung


4. Benang Jarum

Benang Jarum merupakan salah satu perlombaan yang susah-susah gampang. Kejelian mata dan keahlian tangan sangatlah dibutuhkan dalam perlombaan ini. Sebelum perlombaan dimulai para peserta merentangkan tangannya keatas, agar dapat diketahui bahwa jarum dan benang di setiap tangan mereka benar-benar terpisah dan belum dihubungkan. 


Tangan diangkat ke atas sebelum pluit berbunyi

Adik bungsu saya Dinda pun mengikuti perlombaan ini, dan tentu saja dia berhasil menjadi salah satu juara dalam perlombaan ini. Sambil berjalan, peserta akan berusaha memasukkan benang ke dalam jarum , dan ketika berhasil, peserta harus segera berlari ke garis finish.  

Dinda yang ikut Lomba Benang Jarum

5. Funny Make Up 

Pernah terpikir tidak sih lomba make up itu seperti apa ? Ini bukan lomba untuk menilai siapa yang paling cantik lho setelah make over, terus apa donk yang di lihat ? He..he..he..lihat saja ringkasannya di bawah ini. ^_^

Buatlah peserta berpasangan dalam lomba ini, dalam satu sesi perlombaan kita bisa memperlombakan tiga pasang peserta. Kemudian, salah satu dari pasangan peserta ini akan ditutup matanya dengan kain dan akan diberikan lipstik. Setelah pluit berbunyi, makan peserta tersebut segera mendandani pasangannya. Berikan waktu selama 5-10 menit untuk mereka melakukan make over. Setelah selesai, maka kali ini, peserta yang sudah di make over, akan menggunakan ikatan penutup mata untuk merias pasangannya. 


Funny Make Up using Lipstick
Setelah selesai, maka berdiri untuk menerima applause dari para penonton. Pasangan yang paling lucu riasannya dan digemari penonton maka merekalah yang akan menjadi juaranya.
Contohnya ya seperti peserta lomba kita dibawah ini .

Hasilnya............................   ^_^

6. Minum Air

Beda dari perlombaan lainnya, lomba minum air ini hanya dilakukan satu sesi saja, ya iya atuh...kalo sampai dua atau tiga sesi, kasian pesertanya bisa beser nantinya. T_T 
Peserta akan diberikan air putih satu liter dan diberikan waktu selama sepuluh menit untuk menghabiskan air yang terdapat di botol tersebut. Jika pada waktu sudah lewat, dan para peserta belum menghabiskan air tersebut, maka yang dinilai adalah peserta yang meminum airnya paling banyak, dan bisa dilihat pada isi botolnya.

Ayoo...ayooo...ayooo....cepet minum airnyaa.......

7. Joget Kursi


Apa sih Joget Kursi itu ? mungkin beberapa warga negara kita sudah tidak cukup asing dengan istilah perlombaan yang satu ini. Permainan ini bukan hanya berjoget bersama kursi akan tetapi yang membuatnya semakin menegangkan adalah pemenang lomba ini harus memiliki ketangkasan, kecepatan, dan insting yang kuat sehingga bisa "survive" dan keluar sebagai pemenangnya. Permainan dimulai dengan meletakkan 6 - 10 buah kursi bersamaan, dan peserta lomba harus lebih banyak dari jumlah kursi yang ada. Kemudian Peserta membuat lingkaran besar dan mengelilingi kursi-kursi tersebut. Lomba di mulai dengan dinyalakannya musik dan peserta harus berjoget sambil mengelilingi kursi-kursi tersebut. Dan ketika suara musik berhenti, peserta akan langsung berlari untuk menduduki kursi-kursi tersebut. Peserta yang tidak mendapatkan tempat duduk, maka akan langsung drop out dari permainan ini. Selanjutnya kursi akan di kurangi untuk sesi permainan selanjutnya, hingga kursi terakhir mencapai dua kursi untuk menentukan pemenang. Mungkin permainan ini mirip turnamen singkat dengan sistem segitiga. Yuk untuk lebih jelasnya bisa di lihat di foto di bawah ini. 

Peserta berjoget sambil mengelilingi kursi

Berebut untuk duduk di atas kursi

8. Menangkap Belut

Mungkin sudah banyak yang sering untuk melaksanakan lomba yang satu ini di setiap acara 17 agustusan. Lomba yang satu ini sudah lama sekali di praktekan mungkin sejak saya masih kecil dan duduk di bangku sekolah dasar, lomba ini sudah ada. Nah, pada waktu tahun 2015 kami juga membuat lomba menangkap belut, tadinya sih acara ini kami persembahkan untuk ibu-ibu agar turut berpartisipasi dalam lomba ini. Tapi banyak juga anak-anak yang ingin ikut lomba ini sehingga kami membeli belut dalam jumlah yang lumayan. Nah, untuk yang di wilayah DKI Jakarta, coba cari-cari belut di dekat pasar binatang di Jatinegara, di sini harganya lumayan murah lho dibandingkan tempat lainnya. 

Nah, lanjut cerita, apa sih lomba menangkap belut itu ? Yah seperti namanya, lomba ini adalah lomba untuk menangkap belut sebanyak-banyaknya dalam waktu yang telah di tentukan. Dan yang paling banyak menangkap belutnya adalah yang akan keluar sebagai pemenangnya. Dan tentu saja setelah selesai lomba, pemenang belut akan mendapatkan semua belut-belut tersebut sebagai hadiah untuk di masak. Maknyoossss....Makanya lomba ini dipersembahkan untuk ibu-ibu. Biar bisa langsung di masak deh belutnya.
Nangkap Belut itu susah lho ! licin lagi

Nah, Belutnya di masukkan ke botol yuah biar gampang di hitungnya

9. Balap Lari Sarung 

Salah satu lomba yang dipersembahkan untuk para Ibu_Ibu. Walaupun biasanya perlombaan Agustusan banyak di persembahkan untuk anak-anak, tapi kami tetap harus memikirkan perlombaan untuk para orang dewasa agar acara ini semakin menarik. Salah satunya adalam Lomba balap lari sarung. Jadi disini adalah perlombaan yang mementingkan kerjasama antara para peserta agar dapat memenangkan perlombaan. Jadi di dalam lomba ini , dua orang dewasa akan masuk kedalam satu sarung, dan secara bersamaan berlari hingga ke garis finish. Mau tau lebih detailnya ? Check it out guys...!!!!

Balap Lari Sarung

Peserta Di Kiri adalah Ibu dan Adik Saya


 10. Sepak Bola Terong

Pernah gak sih terpikir Sepak Bola Terong ? Apaan tuh ?!!!
Sebak Bola Terong adalah permainan sepak bola tidak lazim, yang menendang bola bukan dengan kaki akan tetapi dengan terang yang di ikat dengan tali di pinggang. Tentu saja tim yang berhasil melakukan gol terlebih dahulu dalam waktu yang ditentukan yang berhasil menjadi pemenangnya.

Sepak Bola Terong

Sementara lomba-lomba ini terlebih dahulu yang akan saya muat dalam blog saya kali ini. Next time akan saya buat review untuk lomba-lomba lainnya di lain waktu. Nantikan Part 2 nya yuaaaah.
^_^


Referensi :

http://www.loop.co.id/articles/lomba-favorit-yang-diadakan-setiap-perayaan-agustus-mana-yang-jadi-favorit-kamu



Saturday, September 12, 2015

In Memoriam of Imam Pramono

Tulisan saya hari ini saya dedikasikan kepada teman baik saya yang telah banyak memberi saya keindahan persahabatan dan mempertemukan saya dengan banyak teman-temannya dan memperpanjang tali silaturahmi bersamanya. 

Kembali pada tahun 2006, ketika saya sedang kuliah di Universitas Trisakti, dan mengambil ilmu manajemen. Regulasi saat itu 4 semester pertama saya dilaksanakan di Kampus B Universitas Trisakti yang berada di Cempaka Putih, dan melanjutkan semester berikutnya di Kampus A yang terletak di Grogol. Setelah dua tahun kuliah dan pindah ke kampus utama, saya mulai tertarik dengan klub extrakurikuler yang ada di kampus. Pilihan pertama saya adalah Klub Pecinta Alam, Aranyacala Trisakti. Setelah berpikir beberapa saat, akhir saya memutuskan untuk masuk klub tersebut, tentunya di mulai dengan orientasi mahasiswa dan pelatihan sebelum akhirnya di terima menjadi member. 

Pelatihan DIDAS XXVI adalah pelatihan orientasi mahasiswa sebelum di terima jadi member Aranyacala yang pesertanya adalah mahasiswa dari berbagai fakultas di Trisakti. Memang pada saat itu banyak peserta dari kalangan fakultas geologi. Dan saat itulah saya bertemu dengan imam. Kami berlatih bersama setiap hari terutama untuk menjaga stamina sebelum ujian naik gunung di Jawa Barat. Setiap hari kami berlatih dengan lari mengelilingi kampus sampai 10 kali, sit up, push up, dan banyak sekali latihan untuk meningkatkan stamina tubuh. 

Setelah ujian pertama, masih ada ujian kedua yang harus diikuti, dan pada saat itu jadwal ujian untuk naik gunung kedua bentrok dengan jadwal ujian semester pendek saya. Dan akhirnya saya gagal masuk Aranyacala karena tidak mengikut ujian tersebut. Selanjutnya kami kehilangan kontak karena fokus dengan kegiatan masing-masih. 

Selang beberapa tahun kemudian, setelah saya sudah bekerja, saya mulai berkontak kembali dengan imam via fb dan menyambung tali silaturahmi. Pada saat itu, saya sedang dinas di Yogyakarta, sehingga tidak pernah bertemu kembali. Tahun 2015 kemarin, adalah awal-awal pertemuan kami kembali di Jakarta. Saya dengar dia berkerja di Cikampek sebagai Engineer di salah satu perusahaan gas di Indonesia. 

Pada saat itulah tercetus keinginannya untuk backpacker ke luar negeri untuk yang pertama kalinya. Saya pikir , baiklah gabung saja dengan saya karena kebetulan pada saat itu saya ada undangan dari perusahaan supplier saya di Singapore. Dan Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Singapore dan melanjutkan perjalanan ke Malaysia untuk menemui adik saya di sana. 

Dua bulan sebelum berangkat kami sering bertemu untuk membicarakan rencana perjalanan wisata kami di sana. Selain itu saya sering dipertemukan dengan teman-teman ormawa kampusnya serta teman kantornya. Dia adalah seorang mood maker yang selalu tertawa dan sering bercanda. 
It's really fun hang out with him. 


Hang Out Bareng di Food Court Grand Indonesia

Coffee Time with his friends

Dan tiba waktunya kami berangkat ke Singapore. Hari pertama kami tiba di Singapore, saya harus memenuhi undangan dari perusahaan supplier kami untuk hadir di fine dining di sana. Acara tersebut merupakan acara Grand Opening Diesel Technic Asia Pacific, PTE. LTD . Dan Ayah saya tentunya sebagai direktur dari perusahaan kami ikut hadir dalam acara ini. 

Photo Session at Company Warehouse

The signed board by him, namanya ada di paling bawah sebelah kanan

Kami berbincang-bincang di sana dengan sambil menikmati dinner kami dan pada saat itu saya baru tahu kalau dia memiliki alergi terhadap makanan laut, karena appetizer yang pertama kali di hidangkan pada saat itu adalah scallop. He can't enjoy the food, but he really like the main course, the drinks and the dessert that was served. 

Setelah jam 10 malam , kami memutuskan untuk kembali ke Hotel dan beristirahat karena keesokan harinya ayah saya akan langsung kembali ke Jakarta, sedangkan kami berdua tentunya akan melanjutkan perjalanan dan menikmati liburan kami di Singapore. 

Esoknya setelah mengantar ayah saya ke Changi Airport, saya memandunya berjalan-jalan di hotspot wisata  Singapore. Tentunya tempat pertama yang dituju adalah Merlion Statue dan Marina Bay. 
Kami menggunakan MRT untuk mengunjungi tempat wisata. Saat itu dia bak model yang sedang ada pemotretan di luar negeri, dan tentunya layaknya fotographer dadakan, banyak sekali foto-foto narciss dirinya di berbagai tempat di Singapore. Saat itu aku berfikir "Nih cowook narciiss buanget yah". Ha...Ha...Ha...

Pose beside the river

Conversation with statue ?!

Cavenagh Bridge

Kami berjalan mengikuti alur sungai dan beristirahat sebentar sambil memakan one dollar ice cream yang sangat terkenal di sana. Kawasan tersebut tidak pernah sepi pengunjung sehingga pada saat sesi pemotretan selalu bergantian dengan pengunjung lainnya. Setelah berjalan selama 30 menit di area Fullerton Hotel dan Raffles Place, tempat selanjutnya adalah Merlion statue yang bisa dicapai selama 5 menit dengan berjalan kaki. 

Merlion Statue

Marina Bay in His Hand
Banyak tempat yang kami kunjungi di area Marina Bay tersebut, seperti The Art House at The Old Parliament, Asia Civilisations Museum, House of Timbre, etc. Selama 3 jam kami menikmati pemandangan di Marina Bay, kemudian melanjutkan wisata kami ke tempat selanjutnya yaitu Orchard Road. Kebetulan saat itu sedang ada event di Orchard Road, sehingga ramai sekali pengunjung di sana dan tentunya kami mengisi perut yang sudah keroncongan dari tadi di McDonald Orchard Road. 

Penutupan Jalan Orchard Road

The Famous Ion Orchard
Perjalanan hari itu kami tutup dengan berbelanja di Bugis Street pada malam harinya. Bugis street adalah shopping center paling termurah di Singapore selain Mustafa Center. Keesokan harinya, tiba saatnya untuk mengunjungi main attraction di sana yaitu Universal Studio yang terletak di Sentosa Island. Sebenarnya dia tidak ada rencana untuk mengunjungi theme park tersebut, tapi karena pada kunjungan sebelumnya ke negara ini saya tidak sempat main di sini, jadi kali ini saya memutuskan untuk masuk kedalamnya dan bukan cuma foto di bola dunia universal saja.  Jadi dia pengen ikutan juga dah masuk ke sana.  ^_^

Banyak permainan yang menarik di sana, dan design struktur theme park yang unik yang membuat universal studio menjadi tempat menarik untuk pemotretan. (lagi-lagi narciss) 
Kami masuk di wahana-wahana terkenal seperti Transformer, Mumi, Madagascar dan banyak wahana lainnya. 

Transformer

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore pada saat itu, dan kami harus segera pergi ke airport untuk mengejar pesawat kami pada pukul 8.30 malam ke Kualalumpur. Saya pun sudah berkordinasi dengan adik saya agar dia menjemput kami di Bandara. Perjalanan dari Singapore ke Kualalumpur hanya memakan waktu 30 menit menggunakan pesawat terbang. Tiba di Kualalumpur tepat pukul 09.30 malam, dan menunggu adik saya menjemput kami dengan mobil dan mengantarnya ke hostel yang berada di area pasar seni. 

Hari pertama di Kualalumpur, tempat yang pertama kali dikunjungi tentu saja KLCC dengan menara kembar petronas sebagai main attraction disini. Tapi mungkin karena masih lelah, tempat yang kami kunjungi hanya menara ini saja dan kemudian bersantai di starbucks KLCC.
Petronas

Esok harinya, sebelum berangkat ke bandara untuk kembali ke Jakarta, dia saya antar berkeliling ke daerah merdeka square dan pasar seni yang tak jauh dari hotelnya. Dengan guyonan lucunya, diapun dengan sangat mudah bergaul dengan warga Malaysia. Berpose dengan Polisi di I Love KL , dan berfoto bersama resepsionis cantik di Kuala Lumpur City Galery.

Hand Shake with Police

Pose with receptionist

Dia kembali terlebih dulu ke Jakarta, karena saya masih harus tinggal di Kualalumpur selama beberapa hari lagi. Itulah perjalanan pertama kali yang paling mengesankan bersamanya. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada bulan juni pertemuan kami untuk yang terakhir kalinya adalah pada saat dia mengajak saya untuk ikut gabung dengan reuni dan buka puasa bersama team Aranyacala Trisakti di Senayan City. Walaupun agak canggung karena saya tidak aktif di Aranyacala, tapi akhirnya saya hadir juga ke sana. Saya bertemu dengan banyak senior dan rekan-rekan sesama Didas XXVI dan menyambung tali silaturahmi karena dirinya. Thanks sob....

Aranyacala Trisakti

Setelah libur lebaran, saya baca update statusnya di Path, bahwa dia masuk rumah sakit karena infeksi saluran pencernaan dan terkena virus radiasi otak. Saya tanya keadaanya dia, apakah sudah baikan pada saat itu, dan dia bilang sudah boleh keluar dari rumah sakit. 

Dan tibalah saat berita itu datang, tepatnya pada tanggal 24 Agustus 2015 saya di kabari pada pukul 12 malam, via grup aranyacala bahwa sobatku yang paling ceria ini telah meninggal dunia. Alangkah kagetnya saya begitu mendengar kabar tersebut. Saya coba pastikan kembali dengan menelpon dirinya, dan kakak perempuannya yang angkat dan mengkonfirmasi berita tersebut. Saat itu pula saya shock dan tidak bisa tidur malam itu juga. Saya menunggu pagi tiba, karena rumah orang tuanya dimana jenazahnya di semayamkan sangat jauh dari tempat saya tinggal. Dan subuh saya langsung jalan dari rumah diantar oleh supir saya untuk mengantar dirinya ke tempat peristirahatan terakhir. 



The life of death is placed in the memory of the living. Good Bye My dearest friend....
God Bye Imam Pramono.....Semoga amal ibadahmu di terima disisinya dan diampuni segala dosa-dosanya. Amin. 

Monday, June 29, 2015

Melaka City, The Heritage of Malaysia

Melaka city merupakan salah satu peninggalan sejarah melayu yang tercatat dalam UNESCO. Keindahan kotanya terletak pada bangunan - bangunan bersejarah yang tak termakan oleh waktu. Oleh karena itu banyaknya para pelajar lokal maupun internasional yang mengunjungi kota ini, untuk dapat memahami sejarah bangsa melayu. 

Kota ini dapat dicapai dengan menggunakan bus dari terminal bersepadu selatan. Hanya memakan waktu sekitar 2 jam dari Kuala Lumpur ke kota ini.  Jadi anda bisa pulang pergi ataupun menginap di kota ini. Hotel pun tidak terlalu mahal, karena waktu itu saya dan adik saya ini masih mahasiswa, jadilah kami lebih memilih guest house untuk tempat menginap. Dan tentu saja saya dapat harga fantastis sebesar Rp. 75.000,- malam . Saya berkunjung ke sana pada tahun 2009. Jadi yah sekitar 6 tahun yang lalu. 

Sejarah kota, tentu saja tempat yang harus anda kunjungi merupakan museum. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Maritime Museum yang terdapat di pusat kota. Museum ini sangatlah unik, tidak seperti museum-museum biasanya, bangunan nya terbuat dari replica kapal kayu bangsa Portugis yang karam di selat melaka pada perjalanannya menuju Portugal. Museum ini juga sering disebut dengan The Flora De Lamar

Fokus utama dari museum ini adalah sejarah kemaritiman melaka dan bagaimana kota ini menjadi tempat strategis pusat perdagangan di masanya. Di dalamnya terdapat pula lukisan - lukisan yang menggambarkan sejarah perdagangan di kota ini. 

Maritime Museum of Malacca
Setelah selesai mengunjungi museum ini, tempat wisata selanjutnya yang kami kunjungi adalah Taming Sari Tower Malacca.  Terletak di pusat kota Melaka yang terkenal , yaitu Bandar Hilir di Jalan Merdeka serta tak jauh dari Dataran Pahlawan Megamall dan Mahkota Parade Shopping Complex. Di buka tahun 2008, tower ini merupakan salah satu atraksi yang wajib di kunjungi untuk melihat keindahan kota ini dari ketinggian. 

Malacca view from Taming Sari Tower

Berbicara tentang kota ini, anda tentu saja tidak boleh melewatkan A Famosa . The forta de santiago atau yang terkenal dengan sebutan A Famosa merupakan salah satu reruntuhan bangungan eropa tertua di seluruh asia. Benteng yang di bangun pada tahun 1511 di bawah komando Alfonso de Albuquerque sebagai bentuk kemenangan mereka atas kekalahan kesultanan melaka. 


Pada saat kami sedang men-explore atraksi bersejarah ini, kami menemukan pasangan yang sedang berbahagia melakukan pre wedding session mereka. Memang bangunan ini sungguh indah untuk dijadikan latar belakang fotografi. 

Pre wedding sessios
Tentu saja kami tidak lupa mengambil session fotograf di tempat ini. Karena kami hanya jalan berdua saja, jadi terpaksa kami bergantian mengambil fotonya. Beruntung waktu itu ada turis lain yang bersedia mengambilkan gambar kami berdua. Sarangeeee......

Our Picture in St. John Fort Malacca

Kunjungan hari pertama kami selesai sampai di sini. Malamnya, kami berkeliling mengunjungi Jonker Street yang merupakan pusat perbelanjaan yang paling banyak di minati oleh para turis. Bila anda berkunjung pada Jumat dan sabtu malam, terdapat night market dengan jajaran-jajaran makanan dan minuman, cinderamata, toko-toko baju, sepatu , dan kerajinan malam. Juga terdapat atraksi bela diri oleh seorang ahli kungfu , tentu saja itu jadi tontonan wajib di jonker street ini. Bila siang hari anda juga dapat menemukan toko-toko antik yang unik dan dijaga dengan baik bangunannya. 

Hari kedua kami di kota ini, kami sudah bersiap-siap untuk mengunjungi bangunan bersejarah lainnya, tempat ini sangatlah jauh dari pusat kota, dan kami menempuhnya dengan berjalan kaki selama 1 jam. Kemudian, begitu datang ke St. John Fort ini, tempatnya sangat sepi sekali dan tidak ada turis lainnya yang datang kesini. Jadi not recommended lah ..... 


St. John Fort
Setelah beristirahat selama setengah jam , kami melanjutkan perjalanan kami ke atraksi selanjutnya di kota ini. Setelah berjalan selama setengah jam, kami akhirnya tiba di Dutch Square atau Red Square. 

Begitu kami sampai, kami langsung menemukan Queen Victoria Fountain, yang dibangun pada tahun 1901 oleh Bangsa Inggris untuk memperingati Diamond Jubilee Queen Victoria. Walaupun sudah lebih dari ratusan tahun, air mancur ini masih berdiri elegant di Dutch Square. 


Queen Victoria Fountain
Clock Tower
Tempat ini dinamakan Red Square, karena bangunan-bangunannya yang semuanya berwarna merah. Terdapat pula kios - kios perbelanjaan di tempat ini , walaupun tidak sebanyak di Jonker Street. 


Karena terlalu lelah, akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi atraksi lainnya dengan menggunakan tricycle ini. Sangat cantik bukan ? Dan tentu saja tukang goes nya adalah pemandu wisata kami. Beliau sangat baik sekali dan bersedia mengantarkan kami ke tujuan wisata-wisata menarik dan tentu saja jadi fotografer dadakan buat kami. Thank Pak....


Tempat pertama yang kami kunjungi merupakan Kampung China, dimana banyak sekali warga China yang menempati daerah ini. Kami juga masuk ke dalam Kuil dan Beliau menjelaskan kisah awal mulanya bangsa China masuk ke kota Melaka ini. Kami sempat berkeliling di dalam kuil dan berfoto-foto di berbagai sudut kuil 


Main Entrance of The Shrine
Kurang lebih kami mengunjungi kuil ini selama 15 menit, kami mengunjungi tempat bersejarah lainnya. Saya lupa nama tempatnya apa, tapi kami di bawa ke sebuah toko dimana terpajang sepatu-sepatu berukuran mini, yang tentu saja saya kira ini toko khusus pembuat sepatu untuk anak-anak atau bayi. 

Dan ternyata saya salah besar, sepatu-sepatu tersebut merupakan sepatu untuk dewasa, yang di mana kala itu bangsa china mempunyai adat yang mungkin "aneh" didengar oleh kita di zaman sekarang ini. Adat tersebut merupakan adat mengecilkan kaki dengan cara mematahkannya dari mulai wanita kecil hingga dewasa. Semakin kecil ukuran kakinya maka semakin cantik wanita tersebut dan semakin banyak di sanjung pula oleh kaum pria kala itu. 


Scale of our shoes

Pajangan - Pajangan Sepatu "Imut" itu.
Setelah mengunjungi kampung china, kami juga mengunjungi beberapa tempat bersejarah lainnya, walaupun tidak saya foto. Bahkan kami bertemu dengan orang jawa di sini....Nah anehnya itu, tak kira beliau adalah orang jawa asli Indonesia, eh ternyata Jawa Melaka....(Ha..ha..ha...)

Setelah puas berkeliling , kami mengucapkan bye-bye sama pak pemandu tricycle dan melanjutkan rest time kami di coffee shop ini. Walaupun saya agak lupa dengan namanya, tapi tempatnya mudah ditemui. Disini saya juga banyak beli oleh-oleh coffee untuk orang tua di rumah dan tentu saja untuk pembimbing skripsi saya. Kenapa ? Karena saya mengadakan tour hari ini bertepatan setelah lulus sidang S1 saya....

Second Floor of Coffee Shop

Habis istirahat selama 1 jam , kami melanjutkan JJS kami (Jalan - Jalan Sore) di sekitar area river bank. Tentu saja terlihat pemandangan kincir besar dan Casa Del Rio. Kebetulan sekali kami juga melihat sepasang turis lain yang sedang asyik bergandeng tangan sambil menyusuri keindahan riverbank kota melaka ini. 

Casa Del Rio


Selesailah wisata kami kali ini di Kota Melaka City.....Sampai ketemu lagi di next post. ^_^