Tulisan saya hari ini saya dedikasikan kepada teman baik saya yang telah banyak memberi saya keindahan persahabatan dan mempertemukan saya dengan banyak teman-temannya dan memperpanjang tali silaturahmi bersamanya.
Kembali pada tahun 2006, ketika saya sedang kuliah di Universitas Trisakti, dan mengambil ilmu manajemen. Regulasi saat itu 4 semester pertama saya dilaksanakan di Kampus B Universitas Trisakti yang berada di Cempaka Putih, dan melanjutkan semester berikutnya di Kampus A yang terletak di Grogol. Setelah dua tahun kuliah dan pindah ke kampus utama, saya mulai tertarik dengan klub extrakurikuler yang ada di kampus. Pilihan pertama saya adalah Klub Pecinta Alam, Aranyacala Trisakti. Setelah berpikir beberapa saat, akhir saya memutuskan untuk masuk klub tersebut, tentunya di mulai dengan orientasi mahasiswa dan pelatihan sebelum akhirnya di terima menjadi member.
Pelatihan DIDAS XXVI adalah pelatihan orientasi mahasiswa sebelum di terima jadi member Aranyacala yang pesertanya adalah mahasiswa dari berbagai fakultas di Trisakti. Memang pada saat itu banyak peserta dari kalangan fakultas geologi. Dan saat itulah saya bertemu dengan imam. Kami berlatih bersama setiap hari terutama untuk menjaga stamina sebelum ujian naik gunung di Jawa Barat. Setiap hari kami berlatih dengan lari mengelilingi kampus sampai 10 kali, sit up, push up, dan banyak sekali latihan untuk meningkatkan stamina tubuh.
Setelah ujian pertama, masih ada ujian kedua yang harus diikuti, dan pada saat itu jadwal ujian untuk naik gunung kedua bentrok dengan jadwal ujian semester pendek saya. Dan akhirnya saya gagal masuk Aranyacala karena tidak mengikut ujian tersebut. Selanjutnya kami kehilangan kontak karena fokus dengan kegiatan masing-masih.
Selang beberapa tahun kemudian, setelah saya sudah bekerja, saya mulai berkontak kembali dengan imam via fb dan menyambung tali silaturahmi. Pada saat itu, saya sedang dinas di Yogyakarta, sehingga tidak pernah bertemu kembali. Tahun 2015 kemarin, adalah awal-awal pertemuan kami kembali di Jakarta. Saya dengar dia berkerja di Cikampek sebagai Engineer di salah satu perusahaan gas di Indonesia.
Pada saat itulah tercetus keinginannya untuk backpacker ke luar negeri untuk yang pertama kalinya. Saya pikir , baiklah gabung saja dengan saya karena kebetulan pada saat itu saya ada undangan dari perusahaan supplier saya di Singapore. Dan Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Singapore dan melanjutkan perjalanan ke Malaysia untuk menemui adik saya di sana.
Dua bulan sebelum berangkat kami sering bertemu untuk membicarakan rencana perjalanan wisata kami di sana. Selain itu saya sering dipertemukan dengan teman-teman ormawa kampusnya serta teman kantornya. Dia adalah seorang mood maker yang selalu tertawa dan sering bercanda.
It's really fun hang out with him.
![]() |
| Hang Out Bareng di Food Court Grand Indonesia |
![]() |
| Coffee Time with his friends |
Dan tiba waktunya kami berangkat ke Singapore. Hari pertama kami tiba di Singapore, saya harus memenuhi undangan dari perusahaan supplier kami untuk hadir di fine dining di sana. Acara tersebut merupakan acara Grand Opening Diesel Technic Asia Pacific, PTE. LTD . Dan Ayah saya tentunya sebagai direktur dari perusahaan kami ikut hadir dalam acara ini.
![]() |
| Photo Session at Company Warehouse |
![]() |
| The signed board by him, namanya ada di paling bawah sebelah kanan |
Kami berbincang-bincang di sana dengan sambil menikmati dinner kami dan pada saat itu saya baru tahu kalau dia memiliki alergi terhadap makanan laut, karena appetizer yang pertama kali di hidangkan pada saat itu adalah scallop. He can't enjoy the food, but he really like the main course, the drinks and the dessert that was served.
Setelah jam 10 malam , kami memutuskan untuk kembali ke Hotel dan beristirahat karena keesokan harinya ayah saya akan langsung kembali ke Jakarta, sedangkan kami berdua tentunya akan melanjutkan perjalanan dan menikmati liburan kami di Singapore.
Esoknya setelah mengantar ayah saya ke Changi Airport, saya memandunya berjalan-jalan di hotspot wisata Singapore. Tentunya tempat pertama yang dituju adalah Merlion Statue dan Marina Bay.
Kami menggunakan MRT untuk mengunjungi tempat wisata. Saat itu dia bak model yang sedang ada pemotretan di luar negeri, dan tentunya layaknya fotographer dadakan, banyak sekali foto-foto narciss dirinya di berbagai tempat di Singapore. Saat itu aku berfikir "Nih cowook narciiss buanget yah". Ha...Ha...Ha...
Kami berjalan mengikuti alur sungai dan beristirahat sebentar sambil memakan one dollar ice cream yang sangat terkenal di sana. Kawasan tersebut tidak pernah sepi pengunjung sehingga pada saat sesi pemotretan selalu bergantian dengan pengunjung lainnya. Setelah berjalan selama 30 menit di area Fullerton Hotel dan Raffles Place, tempat selanjutnya adalah Merlion statue yang bisa dicapai selama 5 menit dengan berjalan kaki.
| Pose beside the river |
| Conversation with statue ?! |
| Cavenagh Bridge |
Kami berjalan mengikuti alur sungai dan beristirahat sebentar sambil memakan one dollar ice cream yang sangat terkenal di sana. Kawasan tersebut tidak pernah sepi pengunjung sehingga pada saat sesi pemotretan selalu bergantian dengan pengunjung lainnya. Setelah berjalan selama 30 menit di area Fullerton Hotel dan Raffles Place, tempat selanjutnya adalah Merlion statue yang bisa dicapai selama 5 menit dengan berjalan kaki.
Banyak tempat yang kami kunjungi di area Marina Bay tersebut, seperti The Art House at The Old Parliament, Asia Civilisations Museum, House of Timbre, etc. Selama 3 jam kami menikmati pemandangan di Marina Bay, kemudian melanjutkan wisata kami ke tempat selanjutnya yaitu Orchard Road. Kebetulan saat itu sedang ada event di Orchard Road, sehingga ramai sekali pengunjung di sana dan tentunya kami mengisi perut yang sudah keroncongan dari tadi di McDonald Orchard Road.
| Penutupan Jalan Orchard Road |
| The Famous Ion Orchard |
Perjalanan hari itu kami tutup dengan berbelanja di Bugis Street pada malam harinya. Bugis street adalah shopping center paling termurah di Singapore selain Mustafa Center. Keesokan harinya, tiba saatnya untuk mengunjungi main attraction di sana yaitu Universal Studio yang terletak di Sentosa Island. Sebenarnya dia tidak ada rencana untuk mengunjungi theme park tersebut, tapi karena pada kunjungan sebelumnya ke negara ini saya tidak sempat main di sini, jadi kali ini saya memutuskan untuk masuk kedalamnya dan bukan cuma foto di bola dunia universal saja. Jadi dia pengen ikutan juga dah masuk ke sana. ^_^
Banyak permainan yang menarik di sana, dan design struktur theme park yang unik yang membuat universal studio menjadi tempat menarik untuk pemotretan. (lagi-lagi narciss)
Kami masuk di wahana-wahana terkenal seperti Transformer, Mumi, Madagascar dan banyak wahana lainnya.
| Transformer |
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore pada saat itu, dan kami harus segera pergi ke airport untuk mengejar pesawat kami pada pukul 8.30 malam ke Kualalumpur. Saya pun sudah berkordinasi dengan adik saya agar dia menjemput kami di Bandara. Perjalanan dari Singapore ke Kualalumpur hanya memakan waktu 30 menit menggunakan pesawat terbang. Tiba di Kualalumpur tepat pukul 09.30 malam, dan menunggu adik saya menjemput kami dengan mobil dan mengantarnya ke hostel yang berada di area pasar seni.
Hari pertama di Kualalumpur, tempat yang pertama kali dikunjungi tentu saja KLCC dengan menara kembar petronas sebagai main attraction disini. Tapi mungkin karena masih lelah, tempat yang kami kunjungi hanya menara ini saja dan kemudian bersantai di starbucks KLCC.
| Petronas |
Esok harinya, sebelum berangkat ke bandara untuk kembali ke Jakarta, dia saya antar berkeliling ke daerah merdeka square dan pasar seni yang tak jauh dari hotelnya. Dengan guyonan lucunya, diapun dengan sangat mudah bergaul dengan warga Malaysia. Berpose dengan Polisi di I Love KL , dan berfoto bersama resepsionis cantik di Kuala Lumpur City Galery.
| Hand Shake with Police |
| Pose with receptionist |
Dia kembali terlebih dulu ke Jakarta, karena saya masih harus tinggal di Kualalumpur selama beberapa hari lagi. Itulah perjalanan pertama kali yang paling mengesankan bersamanya. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada bulan juni pertemuan kami untuk yang terakhir kalinya adalah pada saat dia mengajak saya untuk ikut gabung dengan reuni dan buka puasa bersama team Aranyacala Trisakti di Senayan City. Walaupun agak canggung karena saya tidak aktif di Aranyacala, tapi akhirnya saya hadir juga ke sana. Saya bertemu dengan banyak senior dan rekan-rekan sesama Didas XXVI dan menyambung tali silaturahmi karena dirinya. Thanks sob....
![]() |
| Aranyacala Trisakti |
Setelah libur lebaran, saya baca update statusnya di Path, bahwa dia masuk rumah sakit karena infeksi saluran pencernaan dan terkena virus radiasi otak. Saya tanya keadaanya dia, apakah sudah baikan pada saat itu, dan dia bilang sudah boleh keluar dari rumah sakit.
Dan tibalah saat berita itu datang, tepatnya pada tanggal 24 Agustus 2015 saya di kabari pada pukul 12 malam, via grup aranyacala bahwa sobatku yang paling ceria ini telah meninggal dunia. Alangkah kagetnya saya begitu mendengar kabar tersebut. Saya coba pastikan kembali dengan menelpon dirinya, dan kakak perempuannya yang angkat dan mengkonfirmasi berita tersebut. Saat itu pula saya shock dan tidak bisa tidur malam itu juga. Saya menunggu pagi tiba, karena rumah orang tuanya dimana jenazahnya di semayamkan sangat jauh dari tempat saya tinggal. Dan subuh saya langsung jalan dari rumah diantar oleh supir saya untuk mengantar dirinya ke tempat peristirahatan terakhir.
The life of death is placed in the memory of the living. Good Bye My dearest friend....
God Bye Imam Pramono.....Semoga amal ibadahmu di terima disisinya dan diampuni segala dosa-dosanya. Amin.











