Saturday, September 12, 2015

In Memoriam of Imam Pramono

Tulisan saya hari ini saya dedikasikan kepada teman baik saya yang telah banyak memberi saya keindahan persahabatan dan mempertemukan saya dengan banyak teman-temannya dan memperpanjang tali silaturahmi bersamanya. 

Kembali pada tahun 2006, ketika saya sedang kuliah di Universitas Trisakti, dan mengambil ilmu manajemen. Regulasi saat itu 4 semester pertama saya dilaksanakan di Kampus B Universitas Trisakti yang berada di Cempaka Putih, dan melanjutkan semester berikutnya di Kampus A yang terletak di Grogol. Setelah dua tahun kuliah dan pindah ke kampus utama, saya mulai tertarik dengan klub extrakurikuler yang ada di kampus. Pilihan pertama saya adalah Klub Pecinta Alam, Aranyacala Trisakti. Setelah berpikir beberapa saat, akhir saya memutuskan untuk masuk klub tersebut, tentunya di mulai dengan orientasi mahasiswa dan pelatihan sebelum akhirnya di terima menjadi member. 

Pelatihan DIDAS XXVI adalah pelatihan orientasi mahasiswa sebelum di terima jadi member Aranyacala yang pesertanya adalah mahasiswa dari berbagai fakultas di Trisakti. Memang pada saat itu banyak peserta dari kalangan fakultas geologi. Dan saat itulah saya bertemu dengan imam. Kami berlatih bersama setiap hari terutama untuk menjaga stamina sebelum ujian naik gunung di Jawa Barat. Setiap hari kami berlatih dengan lari mengelilingi kampus sampai 10 kali, sit up, push up, dan banyak sekali latihan untuk meningkatkan stamina tubuh. 

Setelah ujian pertama, masih ada ujian kedua yang harus diikuti, dan pada saat itu jadwal ujian untuk naik gunung kedua bentrok dengan jadwal ujian semester pendek saya. Dan akhirnya saya gagal masuk Aranyacala karena tidak mengikut ujian tersebut. Selanjutnya kami kehilangan kontak karena fokus dengan kegiatan masing-masih. 

Selang beberapa tahun kemudian, setelah saya sudah bekerja, saya mulai berkontak kembali dengan imam via fb dan menyambung tali silaturahmi. Pada saat itu, saya sedang dinas di Yogyakarta, sehingga tidak pernah bertemu kembali. Tahun 2015 kemarin, adalah awal-awal pertemuan kami kembali di Jakarta. Saya dengar dia berkerja di Cikampek sebagai Engineer di salah satu perusahaan gas di Indonesia. 

Pada saat itulah tercetus keinginannya untuk backpacker ke luar negeri untuk yang pertama kalinya. Saya pikir , baiklah gabung saja dengan saya karena kebetulan pada saat itu saya ada undangan dari perusahaan supplier saya di Singapore. Dan Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Singapore dan melanjutkan perjalanan ke Malaysia untuk menemui adik saya di sana. 

Dua bulan sebelum berangkat kami sering bertemu untuk membicarakan rencana perjalanan wisata kami di sana. Selain itu saya sering dipertemukan dengan teman-teman ormawa kampusnya serta teman kantornya. Dia adalah seorang mood maker yang selalu tertawa dan sering bercanda. 
It's really fun hang out with him. 


Hang Out Bareng di Food Court Grand Indonesia

Coffee Time with his friends

Dan tiba waktunya kami berangkat ke Singapore. Hari pertama kami tiba di Singapore, saya harus memenuhi undangan dari perusahaan supplier kami untuk hadir di fine dining di sana. Acara tersebut merupakan acara Grand Opening Diesel Technic Asia Pacific, PTE. LTD . Dan Ayah saya tentunya sebagai direktur dari perusahaan kami ikut hadir dalam acara ini. 

Photo Session at Company Warehouse

The signed board by him, namanya ada di paling bawah sebelah kanan

Kami berbincang-bincang di sana dengan sambil menikmati dinner kami dan pada saat itu saya baru tahu kalau dia memiliki alergi terhadap makanan laut, karena appetizer yang pertama kali di hidangkan pada saat itu adalah scallop. He can't enjoy the food, but he really like the main course, the drinks and the dessert that was served. 

Setelah jam 10 malam , kami memutuskan untuk kembali ke Hotel dan beristirahat karena keesokan harinya ayah saya akan langsung kembali ke Jakarta, sedangkan kami berdua tentunya akan melanjutkan perjalanan dan menikmati liburan kami di Singapore. 

Esoknya setelah mengantar ayah saya ke Changi Airport, saya memandunya berjalan-jalan di hotspot wisata  Singapore. Tentunya tempat pertama yang dituju adalah Merlion Statue dan Marina Bay. 
Kami menggunakan MRT untuk mengunjungi tempat wisata. Saat itu dia bak model yang sedang ada pemotretan di luar negeri, dan tentunya layaknya fotographer dadakan, banyak sekali foto-foto narciss dirinya di berbagai tempat di Singapore. Saat itu aku berfikir "Nih cowook narciiss buanget yah". Ha...Ha...Ha...

Pose beside the river

Conversation with statue ?!

Cavenagh Bridge

Kami berjalan mengikuti alur sungai dan beristirahat sebentar sambil memakan one dollar ice cream yang sangat terkenal di sana. Kawasan tersebut tidak pernah sepi pengunjung sehingga pada saat sesi pemotretan selalu bergantian dengan pengunjung lainnya. Setelah berjalan selama 30 menit di area Fullerton Hotel dan Raffles Place, tempat selanjutnya adalah Merlion statue yang bisa dicapai selama 5 menit dengan berjalan kaki. 

Merlion Statue

Marina Bay in His Hand
Banyak tempat yang kami kunjungi di area Marina Bay tersebut, seperti The Art House at The Old Parliament, Asia Civilisations Museum, House of Timbre, etc. Selama 3 jam kami menikmati pemandangan di Marina Bay, kemudian melanjutkan wisata kami ke tempat selanjutnya yaitu Orchard Road. Kebetulan saat itu sedang ada event di Orchard Road, sehingga ramai sekali pengunjung di sana dan tentunya kami mengisi perut yang sudah keroncongan dari tadi di McDonald Orchard Road. 

Penutupan Jalan Orchard Road

The Famous Ion Orchard
Perjalanan hari itu kami tutup dengan berbelanja di Bugis Street pada malam harinya. Bugis street adalah shopping center paling termurah di Singapore selain Mustafa Center. Keesokan harinya, tiba saatnya untuk mengunjungi main attraction di sana yaitu Universal Studio yang terletak di Sentosa Island. Sebenarnya dia tidak ada rencana untuk mengunjungi theme park tersebut, tapi karena pada kunjungan sebelumnya ke negara ini saya tidak sempat main di sini, jadi kali ini saya memutuskan untuk masuk kedalamnya dan bukan cuma foto di bola dunia universal saja.  Jadi dia pengen ikutan juga dah masuk ke sana.  ^_^

Banyak permainan yang menarik di sana, dan design struktur theme park yang unik yang membuat universal studio menjadi tempat menarik untuk pemotretan. (lagi-lagi narciss) 
Kami masuk di wahana-wahana terkenal seperti Transformer, Mumi, Madagascar dan banyak wahana lainnya. 

Transformer

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore pada saat itu, dan kami harus segera pergi ke airport untuk mengejar pesawat kami pada pukul 8.30 malam ke Kualalumpur. Saya pun sudah berkordinasi dengan adik saya agar dia menjemput kami di Bandara. Perjalanan dari Singapore ke Kualalumpur hanya memakan waktu 30 menit menggunakan pesawat terbang. Tiba di Kualalumpur tepat pukul 09.30 malam, dan menunggu adik saya menjemput kami dengan mobil dan mengantarnya ke hostel yang berada di area pasar seni. 

Hari pertama di Kualalumpur, tempat yang pertama kali dikunjungi tentu saja KLCC dengan menara kembar petronas sebagai main attraction disini. Tapi mungkin karena masih lelah, tempat yang kami kunjungi hanya menara ini saja dan kemudian bersantai di starbucks KLCC.
Petronas

Esok harinya, sebelum berangkat ke bandara untuk kembali ke Jakarta, dia saya antar berkeliling ke daerah merdeka square dan pasar seni yang tak jauh dari hotelnya. Dengan guyonan lucunya, diapun dengan sangat mudah bergaul dengan warga Malaysia. Berpose dengan Polisi di I Love KL , dan berfoto bersama resepsionis cantik di Kuala Lumpur City Galery.

Hand Shake with Police

Pose with receptionist

Dia kembali terlebih dulu ke Jakarta, karena saya masih harus tinggal di Kualalumpur selama beberapa hari lagi. Itulah perjalanan pertama kali yang paling mengesankan bersamanya. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada bulan juni pertemuan kami untuk yang terakhir kalinya adalah pada saat dia mengajak saya untuk ikut gabung dengan reuni dan buka puasa bersama team Aranyacala Trisakti di Senayan City. Walaupun agak canggung karena saya tidak aktif di Aranyacala, tapi akhirnya saya hadir juga ke sana. Saya bertemu dengan banyak senior dan rekan-rekan sesama Didas XXVI dan menyambung tali silaturahmi karena dirinya. Thanks sob....

Aranyacala Trisakti

Setelah libur lebaran, saya baca update statusnya di Path, bahwa dia masuk rumah sakit karena infeksi saluran pencernaan dan terkena virus radiasi otak. Saya tanya keadaanya dia, apakah sudah baikan pada saat itu, dan dia bilang sudah boleh keluar dari rumah sakit. 

Dan tibalah saat berita itu datang, tepatnya pada tanggal 24 Agustus 2015 saya di kabari pada pukul 12 malam, via grup aranyacala bahwa sobatku yang paling ceria ini telah meninggal dunia. Alangkah kagetnya saya begitu mendengar kabar tersebut. Saya coba pastikan kembali dengan menelpon dirinya, dan kakak perempuannya yang angkat dan mengkonfirmasi berita tersebut. Saat itu pula saya shock dan tidak bisa tidur malam itu juga. Saya menunggu pagi tiba, karena rumah orang tuanya dimana jenazahnya di semayamkan sangat jauh dari tempat saya tinggal. Dan subuh saya langsung jalan dari rumah diantar oleh supir saya untuk mengantar dirinya ke tempat peristirahatan terakhir. 



The life of death is placed in the memory of the living. Good Bye My dearest friend....
God Bye Imam Pramono.....Semoga amal ibadahmu di terima disisinya dan diampuni segala dosa-dosanya. Amin. 

Monday, June 29, 2015

Melaka City, The Heritage of Malaysia

Melaka city merupakan salah satu peninggalan sejarah melayu yang tercatat dalam UNESCO. Keindahan kotanya terletak pada bangunan - bangunan bersejarah yang tak termakan oleh waktu. Oleh karena itu banyaknya para pelajar lokal maupun internasional yang mengunjungi kota ini, untuk dapat memahami sejarah bangsa melayu. 

Kota ini dapat dicapai dengan menggunakan bus dari terminal bersepadu selatan. Hanya memakan waktu sekitar 2 jam dari Kuala Lumpur ke kota ini.  Jadi anda bisa pulang pergi ataupun menginap di kota ini. Hotel pun tidak terlalu mahal, karena waktu itu saya dan adik saya ini masih mahasiswa, jadilah kami lebih memilih guest house untuk tempat menginap. Dan tentu saja saya dapat harga fantastis sebesar Rp. 75.000,- malam . Saya berkunjung ke sana pada tahun 2009. Jadi yah sekitar 6 tahun yang lalu. 

Sejarah kota, tentu saja tempat yang harus anda kunjungi merupakan museum. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Maritime Museum yang terdapat di pusat kota. Museum ini sangatlah unik, tidak seperti museum-museum biasanya, bangunan nya terbuat dari replica kapal kayu bangsa Portugis yang karam di selat melaka pada perjalanannya menuju Portugal. Museum ini juga sering disebut dengan The Flora De Lamar

Fokus utama dari museum ini adalah sejarah kemaritiman melaka dan bagaimana kota ini menjadi tempat strategis pusat perdagangan di masanya. Di dalamnya terdapat pula lukisan - lukisan yang menggambarkan sejarah perdagangan di kota ini. 

Maritime Museum of Malacca
Setelah selesai mengunjungi museum ini, tempat wisata selanjutnya yang kami kunjungi adalah Taming Sari Tower Malacca.  Terletak di pusat kota Melaka yang terkenal , yaitu Bandar Hilir di Jalan Merdeka serta tak jauh dari Dataran Pahlawan Megamall dan Mahkota Parade Shopping Complex. Di buka tahun 2008, tower ini merupakan salah satu atraksi yang wajib di kunjungi untuk melihat keindahan kota ini dari ketinggian. 

Malacca view from Taming Sari Tower

Berbicara tentang kota ini, anda tentu saja tidak boleh melewatkan A Famosa . The forta de santiago atau yang terkenal dengan sebutan A Famosa merupakan salah satu reruntuhan bangungan eropa tertua di seluruh asia. Benteng yang di bangun pada tahun 1511 di bawah komando Alfonso de Albuquerque sebagai bentuk kemenangan mereka atas kekalahan kesultanan melaka. 


Pada saat kami sedang men-explore atraksi bersejarah ini, kami menemukan pasangan yang sedang berbahagia melakukan pre wedding session mereka. Memang bangunan ini sungguh indah untuk dijadikan latar belakang fotografi. 

Pre wedding sessios
Tentu saja kami tidak lupa mengambil session fotograf di tempat ini. Karena kami hanya jalan berdua saja, jadi terpaksa kami bergantian mengambil fotonya. Beruntung waktu itu ada turis lain yang bersedia mengambilkan gambar kami berdua. Sarangeeee......

Our Picture in St. John Fort Malacca

Kunjungan hari pertama kami selesai sampai di sini. Malamnya, kami berkeliling mengunjungi Jonker Street yang merupakan pusat perbelanjaan yang paling banyak di minati oleh para turis. Bila anda berkunjung pada Jumat dan sabtu malam, terdapat night market dengan jajaran-jajaran makanan dan minuman, cinderamata, toko-toko baju, sepatu , dan kerajinan malam. Juga terdapat atraksi bela diri oleh seorang ahli kungfu , tentu saja itu jadi tontonan wajib di jonker street ini. Bila siang hari anda juga dapat menemukan toko-toko antik yang unik dan dijaga dengan baik bangunannya. 

Hari kedua kami di kota ini, kami sudah bersiap-siap untuk mengunjungi bangunan bersejarah lainnya, tempat ini sangatlah jauh dari pusat kota, dan kami menempuhnya dengan berjalan kaki selama 1 jam. Kemudian, begitu datang ke St. John Fort ini, tempatnya sangat sepi sekali dan tidak ada turis lainnya yang datang kesini. Jadi not recommended lah ..... 


St. John Fort
Setelah beristirahat selama setengah jam , kami melanjutkan perjalanan kami ke atraksi selanjutnya di kota ini. Setelah berjalan selama setengah jam, kami akhirnya tiba di Dutch Square atau Red Square. 

Begitu kami sampai, kami langsung menemukan Queen Victoria Fountain, yang dibangun pada tahun 1901 oleh Bangsa Inggris untuk memperingati Diamond Jubilee Queen Victoria. Walaupun sudah lebih dari ratusan tahun, air mancur ini masih berdiri elegant di Dutch Square. 


Queen Victoria Fountain
Clock Tower
Tempat ini dinamakan Red Square, karena bangunan-bangunannya yang semuanya berwarna merah. Terdapat pula kios - kios perbelanjaan di tempat ini , walaupun tidak sebanyak di Jonker Street. 


Karena terlalu lelah, akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi atraksi lainnya dengan menggunakan tricycle ini. Sangat cantik bukan ? Dan tentu saja tukang goes nya adalah pemandu wisata kami. Beliau sangat baik sekali dan bersedia mengantarkan kami ke tujuan wisata-wisata menarik dan tentu saja jadi fotografer dadakan buat kami. Thank Pak....


Tempat pertama yang kami kunjungi merupakan Kampung China, dimana banyak sekali warga China yang menempati daerah ini. Kami juga masuk ke dalam Kuil dan Beliau menjelaskan kisah awal mulanya bangsa China masuk ke kota Melaka ini. Kami sempat berkeliling di dalam kuil dan berfoto-foto di berbagai sudut kuil 


Main Entrance of The Shrine
Kurang lebih kami mengunjungi kuil ini selama 15 menit, kami mengunjungi tempat bersejarah lainnya. Saya lupa nama tempatnya apa, tapi kami di bawa ke sebuah toko dimana terpajang sepatu-sepatu berukuran mini, yang tentu saja saya kira ini toko khusus pembuat sepatu untuk anak-anak atau bayi. 

Dan ternyata saya salah besar, sepatu-sepatu tersebut merupakan sepatu untuk dewasa, yang di mana kala itu bangsa china mempunyai adat yang mungkin "aneh" didengar oleh kita di zaman sekarang ini. Adat tersebut merupakan adat mengecilkan kaki dengan cara mematahkannya dari mulai wanita kecil hingga dewasa. Semakin kecil ukuran kakinya maka semakin cantik wanita tersebut dan semakin banyak di sanjung pula oleh kaum pria kala itu. 


Scale of our shoes

Pajangan - Pajangan Sepatu "Imut" itu.
Setelah mengunjungi kampung china, kami juga mengunjungi beberapa tempat bersejarah lainnya, walaupun tidak saya foto. Bahkan kami bertemu dengan orang jawa di sini....Nah anehnya itu, tak kira beliau adalah orang jawa asli Indonesia, eh ternyata Jawa Melaka....(Ha..ha..ha...)

Setelah puas berkeliling , kami mengucapkan bye-bye sama pak pemandu tricycle dan melanjutkan rest time kami di coffee shop ini. Walaupun saya agak lupa dengan namanya, tapi tempatnya mudah ditemui. Disini saya juga banyak beli oleh-oleh coffee untuk orang tua di rumah dan tentu saja untuk pembimbing skripsi saya. Kenapa ? Karena saya mengadakan tour hari ini bertepatan setelah lulus sidang S1 saya....

Second Floor of Coffee Shop

Habis istirahat selama 1 jam , kami melanjutkan JJS kami (Jalan - Jalan Sore) di sekitar area river bank. Tentu saja terlihat pemandangan kincir besar dan Casa Del Rio. Kebetulan sekali kami juga melihat sepasang turis lain yang sedang asyik bergandeng tangan sambil menyusuri keindahan riverbank kota melaka ini. 

Casa Del Rio


Selesailah wisata kami kali ini di Kota Melaka City.....Sampai ketemu lagi di next post. ^_^

Sunday, June 14, 2015

Explore Malaysia, @Selangor

Actually, there are many place that I have visited in Malaysia more than two or three times, since I often visiting the country to see my sister. I'll briefly inform you a weekend getaway that you can visit in Malaysia. For Moslem, Mosque is on of the place that you really don't want to miss. Since there are the differential for architecture and structure for each country mosque. This time , my destination is Blue Mosque or Sultan Salahuddin Abdul Aziz Mosque that was located in shah alam, selangor, Malaysia. 

Sebenarnya, banyak tempat yang saya sudah kunjungi di negara ini karena saya sering ke Malaysia untuk menjenguk adik saya yang sekolah serta kerja di sini. Akan saya informasikan beberapa weekend getaway yang dapat di kunjungi, walaupun tempatnya bukan terletak di Kualalumpur. Tapi masih dapat di capai dengan mudah dan cepat. Kali ini tujuan utama travel saya adalah untuk mengunjungi masjid. Masjid merupakan tempat sholat umat muslim yang wajid di kunjungi bila traveling ke luar negeri. Kenapa ? tentu saja karena setiap negara memiliki design dan arsitektur serta feature berbeda pada masjidnya. Masjid ini terkenal dengan nama Blue Mosque atau Masjid Biru dengan nama lengkapnya adalah Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz yang terletak di Shah Alam, Selangor, Malaysia. 

Entrance Gate
For moslem that haven't wear hijab , to go inside this mosque area, you must using robes that was provided by the mosque. The mosque is the largest mosque in Malaysia, and the second largest mosque after Istiqlal Mosque in Jakarta, Indonesia. The most distinguished feature for the mosque is the large blue and silver dome.


Untuk umat muslim perempuan yang belum menutup aurat , harus menggunakan jubah penutup aurat yang di sediakan di pintu masuk masjid ini. Masjid ini merupakan masjid terbesar di Malaysia, dan masjid kedua terbesar setelah Masjid Istiqlal di Jakarta , Indonesia. Feature yang paling terkenal dan unik dari masjid ini adalah kubahnya yang berwarna biru dan silver (perak). 


Blue Mosque

The second place for the weekend getaway is Empire Damansara. For me , this place has an amazing place rooftop ideas which using an umbrella group to cover it and high class restaurants that you can tried. Actually this place has a beautiful view, but you couldn't take pictures inside the area. Well I do take some picture secretly. ^_^

Tempat kedua yang dapat di kunjung sebagai weekend getaways adalah Empire Damansara. Buat saya , tempat ini sangan cantik dan memiliki ide yang bagus untuk atapnya dan tentu saja unik. Atapnya dihiasi dengan sekumpulan payung-payung cantik, dan ketika dilihat dari bawah, pemandangannya benar-benar sangatlah bagus. Tapi sayangnya walaupun tempat ini indah, tapi kita tidak dapat berfoto-foto ataupun mengambil video di dalamnya. It's really lucky, saya dapat mengambil beberapa foto, yah walaupun secara sembunyi-sembunyi sih dari Pak satpam tuh. ^_^




The third place that I was recommend is I City. The place is a township in Shah Alam, which planned to become the business center. Within in city, they build a city park that was decorated with many lamp surrounding the attraction, park, building, etc. For the entrance , you will see the big whirl inside the park, and the surround beautiful lamp park. 

Tempat ketiga yang saya rekomendasikan adalah I City yang terletak di Shah Alam, Selangor. Di dalamnya terdapat City Park yang sangat indah dengan dekorasi lampu-lampunya. Sebaiknya mengunjungi tempat ini pada sore hari, sehingga dapat menikmati keindahan tempatnya. 

Big Whirl Attraction

Lamps Park

Beside the park, you can visit many attraction inside the park, such as Trick Museum, Red Carpet House of Wax, Snowalk, and pools. Because there are many attraction which available, you can choose which ever you like. 

Selain taman lampunya yang indah, kamu juga dapat mengunjungi beberapa attraksi yang tersedia di sini. Jadi kalian bisa bermain sepuasnya.

I City Theme Park


Resource : 

- http://www.i-city.my/tourism/

Wednesday, June 10, 2015

Explore Malaysia, @The French - Themed Village, Colmare Tropicale, Berjaya Hills

Berjaya Hills Resorts merupakan salah satu resort yang berada di Bukit Tinggi, Pahang, Malaysia dan dekat dengan Genting Highland. Tempat ini sangat terkenal dengan perkampungan dan rumah-rumah menduplikasikan suatu kampung kecil di negara prancis, yaitu Colmar Tropicale. Ada beberapa macam atraksi yang dapat dikunjungi. Salah satunya merupakan Japanese Garden, yang dibuat sedemikian mungkin sehingga terasa suasana negara asalnya. 

Bila bicara tentang Japanase Garden, tentu kita tidak lupa pula dengan salah satu tumbuhan yang wajib ada di taman tersebut, tentu saja Bamboo Garden. Dengan gerbang (tori) yang khas negara matahari terbit itu, dan tea house nya, benar-benar terasa seperti mengunjungi negara matahari terbit tersebut.  

Bamboo Garden & Japanese Tea House
Entrance gate to the garden

Kebetulan saat itu, kami membawa bekal dari rumah yang di buat oleh adik saya (*maklum saja , kalo saya hanya bisa menikmati makanan , tapi gak bisa membuatnya). Dan memang adik saya sudah merancang menu yang sesuai dengan tema wisata kita kali ini. Menu yang di buat adalah, sushi roll serta hambagu with fried shrimp dan telur rebus. Tentu tidak lupa pula dengan onigiri with tuna. 


Our Japanese lunch

Setelah makan, kamu pun melanjutkan perjalanan kami untuk mengelilingi taman ini. Kamu dapat pula berfoto dengan yukata di sini, ada toko yang menyediakan penyewaan yukata. Tapi berhubung waktu yang sempit dan jadwal kami yang padat karena masih banyak tempat yang harus di kunjungi, serta main point utama adalah sewa yukata yang dibilang mahal, kami langsung confirm PASS. Next time saja pada saat kami ke Jepang, baru deh berfoto dengan yukata. ^_^


Japanese House
The Beautiful Garden

Setelah puas mengelilingi japanese garden, kami menjelajah atraksi utama di Berjaya Hills, yaitu French-Themed Village,  The Replica of Colmare Tropicale , French. Begitu sampai tempat ini, yang saya lakukan adalah *Woooooaaaaaahhhhhh , bagus bangeeet. Mana tempatnya dingin lagi, serasa di puncak deh. Begitu saya datang, ada beberapa atraksi tarian tradisional negara setempat yang dapat di nikmati. Walaupun saya kurang tahu apa nama tarian tersebut, tapi seru banget deh.

Colmare Tropicale

Me & Sister
Satu-persatu tempat ini kami jelajahi, dan tentu saja tidak lupa pula berfoto-foto yang bisa bikin saya share our traveling di blog ini. Yah, walaupun adik saya sedikit ngeluh masalah foto2-nya. Maklum, saya masih amatir menggunakan DSLR, jadi hasil foto dia kurang bagus. He..he...he...

Enjoying the view

Main Gate of Colmare Tropicale

Kami sampai di tempat ini sudah sore, dan kebetulan banyak turis dari china maupun korea yang datang untuk menginap disini. Andai saja saya punya budget lebih ~~~~ hiks...hiks...hiks...

Thursday, March 19, 2015

Explore Malaysia, @Batu Caves


Yo, kali ini saya akan membahas trip ke Batu Caves. Apa sih Batu Caves itu ? Daerah mana ?  Buat agan-agan yang belum tahu, tenang aja soalnya saya akan membahas secara detail tentang travel destination yang satu ini. 

Batu Caves merupakan sebuah bukit kapur yang di dalamnya terdapat serangkaian gua dan kuil pemeluk agama Hindu di luar negara India yang paling populer.  Walaupun saya bukan pemeluk agama hindu, tapi saya sangat penasaran dan ingin mengunjungi gua dan kuil tersebut. Tempat ini lokasi-nya agak jauh dari pusat kota, tepatnya terletak di distrik Gombak, 13 Km utara dari Kuala Lumpur. Karena saya tinggal di daerah Sunway serta menggunakan kendaraan pribadi, jadi perjalanan ke tempat ini tidak memakan waktu terlalu lama, kurang lebih sekitar 30 menit menggunakan jalur highway (jalan tol).

Buat agan yang tidak punya kendaraan pribadi saat berada di negara ini,  menggunakan transportasi umum adalah pilihan terbaik. Ada beberapa langkah transportasi yang dapat digunakan, berikut detailnya : 
  1. Cari stasiun LRT / Monorail terdekat dari tempat anda menginap, kemudian agan pergi menuju KL Sentral. 
  2. Setelah sampai di KL Sentral , bergantilah mode transportasi dengan menggunakan KTM yang merupakan Kereta Api Komuter Malaysia.  Belilah tiket dengan tujuan Batu Caves KTM Station. 


Batu Caves Entrance

Begitu sampai di pintu masuk, sudah terlihat patung emas dewa umat hindu yang sangat besar. Disini banyak sekali burung-burung yang sedang berkumpul, dan mungkin karena mereka sudah terbiasa dengan manusia yang lalu lalang di sini, jadi mereka tidak takut mendengan suara langkah kaki. So buat para narcisser yang mau berfoto-foto dengan burung terbang, harus rela nih mengeluarkan kocek untuk beli makanan burungnya. ^_^ 


My sister playing with the birds

Beruntung kami tiba di tempat ini agak pagi, jadi belum terlalu banyak orang yang datang kemari. Tentu saja saya memanfaatkan kesempatan ini untuk bernarsis ria. 


Say Cheeeezzzzeee !!!!!!!

Di sebelah kiri pintu masuk terdapat jejeran patung dewa umat hindu diatas bangunan kuil.


Patung Dewa-dewa umat Hindu


Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Mungkin inilah peribahasa yang paling tepat untuk menggambarkan tempat ini. Sebelum kita dapat menikmati keindahan gua di bukit kapur ini, kita harus melewati tantangan ratusan anak tangga yang terpampang di depan mata. Mungkin bagi masyarakat Indonesia yang sudah terbiasa untuk ziarah ke makam-makam wali, tidak akan kaget melihat tangga-tangga ini. 


Starting Point

Adik saya memutuskan untuk tidak ikut serta ke dalam gua, karena sebelumnya telah mengunjungi tempat ini. Dan dia tidak mau berpanas ria untuk sampai ke atas, jadilah saya seorang diri yang menjelajah tantangan gua ini. 

Semangaattt !!!!  Bentar lagi sampai ......


Sebaiknya persiapkan minuman atau cemilan sebelum memutuskan untuk menaiki tangga. Seperti saya contohnya, saya tidak membawa persiapan apapun ketika menjelajahi tangga ini, jadinya haus dan kering tenggorokan ini selama perjalanan. Beruntung ketika saya sampai di mulut gua, terdapat warung kecil yang menjual minuman. Save~~~



Patung Dewa di mulut gua

Ketika tiba di mulut gua, saya kira saya sudah bisa menikmati keindahan alam bukit kapur ini, ternyata oh ternyata, perjalanan saya masih panjang dari mulut gua.  Hiks..hiks...hiks...
Hampir saja saya menyerah ingin kembali ke bawah, tapi saya kembali berfikir, masa sudah capek tidak bisa menikmati keindahan guanya, sia-sia lah nanti rasa lelah saya. Tentu saja saya memutuskan untuk melanjutkan petualangan ini. 


Di dalam gua ini terdapat kuil utama umat hindu yang hanya diperbolehkan masuk bagi yang ingin bersembahyang. Jadi bagi yang tidak yah, silahkan numpang lewat saja.........


Inside the Caves
Ketika saya pikir sudah dekat dengan main attraction di gua ini, eh ternyata ketemu anak tangga lagi !
OMG.......
Tetapi akhirnya terbayarlah sudah hasil kerja keras dan keringat saya (ha...ha....ha....). Keindahan gua ini membuat saya terkagum-kagum, apalagi begitu melihat cahaya matahari yang bersinar dari atas...
Subhanallah.....Alhamdulliah saya masih bisa menikmati keindahan alammu ya robb. 




Karena adik saya tidak ikut serta naik ke atas bukit ini, jadilah sesi pemotretan diriku tidaklah sebanyak di entrance gate tempat ini. Maklum, malu kalau minta di fotokan oleh sesama turis banyak-banyak. Inilah salah satu kendala untuk para solo traveler, susahnya bernarsis ria. 


Views from above the stairs



Sumber acuan informasi : 


http://id.wikipedia.org/wiki/Batu_Caves

http://www.tripadvisor.com/ShowUserReviews-g298570-d317520-r121646820-Batu_Caves-Kuala_Lumpur_Wilayah_Persekutuan.html

http://www.ktmkomuter.com.my/

http://www.myrapid.com.my/